Humas Deprov – Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring progres pekerjaan pembangunan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo, Minggu, 6 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi III diterima langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Moh. Irfan Tantu, ST., bersama pihak pelaksana proyek dan tim konsultan. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target, baik dari sisi waktu, anggaran maupun kualitas pekerjaan.
Dalam monitoring tersebut, Komisi III meninjau langsung tiga paket pekerjaan utama, yakni Struktur Gedung yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai anggaran lebih dari Rp16 miliar, Arsitektur Gedung yang bersumber dari APBD dengan nilai lebih dari Rp7 miliar, serta Pembangunan Ruang CT Simulator dengan nilai anggaran lebih dari Rp22 miliar.
Berdasarkan penjelasan PPK dan konsultan proyek, progres masing-masing pekerjaan menunjukkan capaian yang berbeda. Untuk pekerjaan Struktur Gedung, progres fisik realisasi telah mencapai 79,06 persen, dengan deviasi jadwal tercatat +30,6 persen.
Sementara itu, pekerjaan Arsitektur Gedung memiliki target rencana sebesar 91 persen, namun realisasi anggaran yang tercatat baru mencapai 6,31 persen. Adapun pembangunan Ruang CT Simulator masih berada pada tahap awal dengan capaian progres fisik sebesar 2,15 persen.
Menyikapi kondisi tersebut, Komisi III memberikan perhatian khusus kepada PPK dan pihak kontraktor agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan kontrak.
“Untuk Struktur Gedung percepatan fisiknya sudah sangat signifikan. Namun untuk Arsitektur Gedung terlihat adanya anomali yang diduga karena keterlambatan administratif. Sedangkan untuk Ruang CT Simulator baru 2,15 persen, masih tahap awal dan ini sangat kritis,” ujar salah seorang Anggota Komisi III.
Komisi III menekankan tiga hal penting dalam pelaksanaan pembangunan. Pertama, seluruh pekerjaan harus diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak. Kedua, percepatan pekerjaan di lapangan tidak boleh mengorbankan kualitas material maupun aspek teknis bangunan. Ketiga, akselerasi pembangunan Ruang CT Simulator harus menjadi salah satu fokus utama.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, mengatakan pihaknya telah memperoleh keyakinan dari PPK dan pelaksana proyek bahwa pekerjaan Struktur Gedung yang bersumber dari DAK akan diselesaikan pada 30 November 2026.
Sementara pekerjaan Arsitektur Gedung dan pembangunan Ruang CT Simulator ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.
“Kami berharap pembangunan Ruang CT Simulator sesuai target. Ruangan penunjang proteksi radiasi harus siap sebelum alat medis seperti CT Simulator, MRI, dan CT Scan tiba dari Kementerian Kesehatan,” tegas Espin.
Menurutnya, pembangunan rumah sakit tidak hanya menyangkut bangunan utama, tetapi juga harus didukung berbagai pekerjaan penunjang yang menjadi bagian penting dalam operasional rumah sakit.
Karena itu, Espin mengingatkan agar instalasi listrik, jaringan pipa air, sanitasi, serta berbagai item pekerjaan penunjang lainnya tidak sampai terlewatkan dalam proses pembangunan.
“Ini harus didukung dengan anggaran yang ada supaya pembangunan kelanjutan RSUD Ainun ini rampung sekaligus. Kita akan dorong sampai ke pembangunan kawasan dengan estimasi anggaran dari PPK total keseluruhan sebesar Rp80 miliar lebih,” jelasnya.
Untuk mencari solusi terhadap kebutuhan anggaran tersebut, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo akan segera menginisiasi pertemuan formal bersama seluruh stakeholder terkait.
Pertemuan tersebut nantinya akan digunakan untuk memetakan kebutuhan pembangunan sekaligus mencari solusi penganggaran agar pembangunan lanjutan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dapat berjalan secara berkesinambungan.
“Kami akan segera menginisiasi pertemuan formal untuk memetakan solusi bersama seluruh stakeholder terkait, termasuk mengundang Direktur RSUD secara khusus dalam waktu dekat,” pungkas Espin.
