Humas Deprov – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka monitoring pelaksanaan pengerukan sedimentasi saluran pengairan di Kecamatan Telaga Jaya, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan program normalisasi saluran yang diusulkan masyarakat melalui reses dapat berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat bagi sektor pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, bersama Anggota Komisi III, Hais Ayuwa, serta pihak terkait lainnya.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Hais Ayuwa, menjelaskan bahwa pekerjaan pengerukan sedimentasi yang saat ini sedang berlangsung merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan pada kegiatan reses tahun 2025.
Menurutnya, keluhan masyarakat terkait kondisi saluran yang mengalami pendangkalan telah menjadi perhatian DPRD dan kini berhasil direalisasikan melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD.
“Anggaran ini digunakan untuk menormalisasi saluran yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Aspirasi tersebut disampaikan saat reses tahun 2025 dan alhamdulillah pada tahun ini sudah dapat direalisasikan melalui Pokir,” ujar Hais Ayuwa saat meninjau lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, program pengerukan sedimentasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran sistem irigasi yang menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian masyarakat, khususnya sawah yang berada di wilayah Telaga Jaya dan sekitarnya.
Kegiatan pengerukan dilaksanakan di beberapa desa, yakni Desa Lupoyo, Mongolato, dan Bulota. Pelaksanaannya dibagi berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat petani.
Untuk mendukung program tersebut, telah dialokasikan anggaran sekitar Rp400 juta yang dibagi kepada dua kelompok pelaksana. Hais Ayuwa menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan dengan sistem swakelola oleh kelompok tani setempat sehingga masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses pelaksanaan kegiatan.
“Anggarannya kurang lebih Rp400 juta dan dibagi kepada dua kelompok. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani sehingga masyarakat juga ikut berperan dalam pengerjaan program ini,” jelasnya.
Melalui monitoring ini, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo berharap pekerjaan pengerukan sedimentasi dapat selesai sesuai target dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui sistem pengairan yang lebih optimal. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan melalui program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
