Humas Deprov – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja ke MIS Al Mourky yang berlokasi di Jl. Al-Mukarromah, Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, serta ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di desa yang sama, Rabu, (13/8/25).
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan pengawasan mutu serta keamanan pangan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi siswa di Gorontalo.
Di MIS Al Mourky, rombongan Komisi II memantau penyaluran 425 paket MBG yang diterima sekolah. Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke Dapur MBG Desa Mongolato untuk melihat secara langsung proses penyediaan makanan, mulai dari tahap produksi hingga pengemasan.
Kepala Sekolah MIS Al Mourky yang juga menjadi pengelola Dapur MBG menjelaskan, setiap hari dapur tersebut memproduksi 3.189 paket makanan. Stok bahan makanan selalu diperbarui (upgrade) setiap hari sehingga tidak ada bahan yang disimpan dalam waktu lama. Menu yang disajikan juga bervariasi setiap harinya, dilengkapi sup layer seperti daging ayam atau ikan, dan dibedakan untuk jenjang TK, SD, dan SMP.
Fasilitas di Dapur MBG mencakup ruang produksi, ruang penyimpanan bahan makanan, ruang pengemasan, hingga ruang khusus untuk memuat makanan ke kendaraan distribusi. Standar operasional prosedur (SOP) diterapkan ketat — seluruh karyawan diwajibkan menjaga sterilisasi, memakai masker dan penutup kepala, serta membatasi akses orang luar ke area produksi.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru menyampaikan apresiasi terhadap pengelolaan dapur MBG yang telah menerapkan SOP dengan baik. Ia menegaskan bahwa pengawasan ini penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi siswa aman, bergizi, dan terjaga mutunya.
“Program MBG ini bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga memastikan kualitasnya demi kesehatan generasi penerus. Kami ingin setiap paket yang sampai ke tangan anak-anak benar-benar memenuhi standar gizi dan keamanan,” ujarnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen DPRD Provinsi Gorontalo dalam mengawal program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan kesehatan pelajar di daerah.
