Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo monitoring peran Pemerintah Desa, terhadap kebijakan dalam mengantisipasi dampak kekeringan pada musim kemarau

Berita, Komisi I DPRD305 Dilihat

Humas Deprov – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo memastikan kesiapan pemerintah desa dalam menghadapi dampak musim kemarau, khususnya terkait ketersediaan air bersih dan pencegahan kebakaran.

Hal itu menjadi perhatian Komisi I saat melakukan kunjungan lapangan ke Desa Huidu Utara, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Fadli Poha, turut di hadiri Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo.
Rombongan di terima Kepala Desa Huidi Utara Waner S.Taib bersama jajaran

Kepala Desa Huidu Utara Waner S. Taib mengatakan, desa yang dihuni sekitar 1.187 jiwa tersebut sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani.

Menurut Waner, pemerintah desa telah mengambil langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan mengimbau masyarakat menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sembarangan karena sekarang sedang musim kemarau,” kata Waner.

Ia memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Desa Huidu Utara hingga saat ini masih terpenuhi. Meski demikian, pemerintah desa tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kemarau semakin berdampak terhadap sumber air.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Sitti Nurain Sompie mengatakan, kunjungan tersebut penting untuk memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan selama musim kemarau.

“Alhamdulillah, kunjungan Komisi I di Desa Huidu Utara berjalan lancar. Kami memastikan kepada pemerintah desa bagaimana pemanfaatan dan ketersediaan air bersih untuk masyarakat,” ujar Sitti.

Dari hasil pemantauan, kata Sitti, kondisi ketersediaan air di tiga dusun di Desa Huidu Utara belum mengalami persoalan serius. Namun, pasokan air di Dusun III mulai mengalami penurunan dibandingkan Dusun I dan II.

“Kami mendapat informasi bahwa di Dusun I dan II air bersih masih bagus, sementara di Dusun III sudah mulai berkurang,” katanya.

Sitti mengatakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini. Jika nantinya kebutuhan air bersih masyarakat tidak lagi dapat dipenuhi dari sumber yang ada, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk mendapatkan suplai air bersih.

Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak sampai terjadi karena untuk saat ini kebutuhan masyarakat masih terpenuhi.

Komisi I juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Selain menjaga ketersediaan air, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat kondisi lingkungan yang kering.

Menurut Sitti, koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah dan pihak terkait harus terus diperkuat agar berbagai dampak musim kemarau dapat diantisipasi lebih awal.

“Kami berharap masyarakat lebih bijak menggunakan air bersih. Pemerintah desa juga harus terus memantau kondisi di lapangan agar jika terjadi kekurangan air, langkah penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan kebijakan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau benar-benar berjalan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terlindungi.