Komisi I DPRD Gorontalo Pantau Kesiapan Desa Lembah Hijau Hadapi Dampak Kemarau

Berita, Komisi I DPRD411 Dilihat

Humas Deprov – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan lapangan ke Desa Lembah Hijau, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (20/8/2026)

.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memonitor kesiapan dan peran pemerintah desa dalam menghadapi dampak musim kemarau yang telah berlangsung sekitar empat bulan.

Kunjungan dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Siti Nurain Sompie, bersama sejumlah anggota Komisi I. Turut hadir Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Kepala Desa Lembah Hijau beserta jajaran pemerintah desa.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah desa menyampaikan kondisi terkini masyarakat di tengah kemarau panjang. Kepala Desa Lembah Hijau, Nurhayati D. Mohammad, mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat hingga saat ini masih relatif aman.
“Untuk kebutuhan air bersih sekarang masih aman, tetapi untuk satu bulan ke depan belum bisa dipastikan,” kata Nurhayati.

Menurut dia, fasilitas Pamsimas yang tersedia di desa telah dimanfaatkan masyarakat. Jika kondisi sumber air semakin berkurang, pemerintah desa akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun PDAM untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Selain persoalan air, pemerintah desa juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di lingkungan sekitar dengan menanam tanaman yang mudah tumbuh. Edukasi mengenai pengolahan makanan berbahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar juga terus dilakukan.

Pemerintah desa turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran. Imbauan tersebut disampaikan dalam berbagai pertemuan masyarakat maupun kegiatan hajatan.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Dr. Kristina M. Udoki, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD memastikan pemerintah desa memiliki langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang.

“Di beberapa desa sudah ada yang mengalami kekurangan air. Kami dari Komisi I mengecek kondisi di Desa Lembah Hijau dan alhamdulillah ketersediaan air bersih masih terpenuhi,” ujar Kristina.

Namun, kata dia, kondisi sektor pertanian perlu mendapat perhatian serius karena masyarakat di Desa Lembah Hijau telah mengalami gagal panen akibat dampak musim kemarau.

Kristina menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya ditangani pemerintah desa. Karena itu, pemerintah desa diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, BPBD Provinsi dan Kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), PDAM, PUPR bidang Cipta Karya. Serta Instansi terkait.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air masyarakat dapat ditangani apabila kondisi kekeringan semakin parah.

Komisi I juga mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara hemat dan bijak selama musim kemarau berlangsung.
“Kepada masyarakat kami imbau untuk menghemat penggunaan air bersih. Insyaallah akan ada solusi terhadap kondisi yang kita hadapi saat ini,” kata Kristina.

Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kesiapan pemerintah desa dalam menghadapi dampak kemarau, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah.