Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Dukung HARFEST 2026, Dorong UMKM Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Berita93 Dilihat

Humas Deprov — Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M.T. Mopili, bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Hj. Espin Tulie, turut hadir dalam Opening Ceremony HARFEST 2026 yang berlangsung di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kepala Bank Indonesia, jajaran pemerintah daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, perbankan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Agenda kegiatan dirangkaikan dengan business matching antara pelaku UMKM dengan buyer, pembiayaan UMKM dengan lembaga keuangan, serta pameran dan festival kopi dan kuliner serta penandatanganan kerja sama pembiayaan dengan perbankan dan kerja sama penjualan.

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M.T. Mopili, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan HARFEST 2026 sebagai momentum untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, serta potensi produk unggulan daerah.

“Kami tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan HARFEST 2026. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas pasar, membangun kemitraan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Menurutnya, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan pembiayaan, inovasi, serta akses pasar menjadi bagian penting agar pelaku usaha di daerah dapat berkembang dan memiliki daya saing.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan HARFEST yang terus berkembang dari tahun ke tahun merupakan dorongan positif bagi perekonomian daerah. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya potensi yang dapat dikembangkan melalui pelaku UMKM dan berbagai sektor ekonomi kreatif di Gorontalo.

Ia juga menyoroti potensi business matching, termasuk keterlibatan pelaku usaha peternakan sapi. Menurutnya, sektor tersebut memiliki peluang pasar yang besar dan menjanjikan, tidak hanya di Gorontalo tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, selain sektor kuliner dan kerajinan.

Ia juga melihat adanya tren peningkatan transaksi dari tahun ke tahun antara pelaku UMKM dengan para buyer. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa kegiatan business matching mulai memberikan dampak positif dalam mempertemukan produk UMKM dengan pasar.

Ke depan, Gubernur berharap sektor swasta dapat mengambil peran lebih besar sebagai penggerak utama dalam kegiatan usaha, sementara pemerintah memberikan dukungan dari belakang. Dengan demikian, proses business matching dapat berkembang secara alami berdasarkan dinamika pasar, terutama hubungan antara supply dan demand.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bank Indonesia juga menyampaikan perkembangan sejumlah komoditas dan produk unggulan Gorontalo. Salah satunya adalah kopi Liberika dari Gorontalo Utara yang telah diarahkan untuk menembus pasar Jepang melalui inisiasi ekspor.

Hal tersebut menjadi penanda bahwa Gorontalo tidak lagi hanya menjadi penonton dalam pengembangan komoditas kopi, tetapi mulai tampil sebagai pemain di tingkat nasional bahkan internasional.

Selain kopi, inovasi juga dilakukan terhadap produk wastra khas Gorontalo. Jika selama ini Gorontalo lebih dikenal dengan Karawo, kini diperkenalkan inovasi kain tenun Gorontalo yang dipadukan dengan Karawo serta leaf up atau painting daun pada kain.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan UMKM. Keberlangsungan UMKM di Gorontalo dinilai mutlak membutuhkan inovasi yang terus dilakukan agar produk wastra khas daerah tetap diminati pasar yang terus berkembang.

Penguatan budaya juga diarahkan kepada generasi muda. Dalam rangkaian HARFEST 2026, Dinas Pendidikan menyelenggarakan Mo Karawo Kolosal yang diikuti lebih dari 300 siswa SMP dan SMK. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan mewariskan keterampilan Karawo kepada generasi muda, termasuk Generasi Z dan Generasi Alfa.

HARFEST 2026 mengusung tema “Harmoni Kreativitas : Menyulam Warisan dan Meningkatkan Daya Saing UMKM Gorontalo.” Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah, khususnya dalam mendorong UMKM sebagai lokomotif perekonomian Gorontalo.

Pada HARFEST tahun ini, jumlah UMKM yang terlibat juga mengalami peningkatan. Jika pada 2025 terdapat 135 UMKM di sekitar GPCC, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 165 UMKM, belum termasuk UMKM yang terlibat di kawasan Jalan Andalas.

Peningkatan jumlah peserta tersebut diharapkan sejalan dengan semakin luasnya akses pasar dan transaksi bagi pelaku UMKM. Karena itu, business matching antara UMKM dengan pembeli, baik dari Gorontalo maupun luar daerah, menjadi salah satu agenda penting dalam HARFEST 2026.

Selain akses pasar, kerja sama dengan perbankan dan Pegadaian juga diarahkan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan melalui business matching pembiayaan.

Rangkaian kegiatan HARFEST 2026 juga ditandai dengan simbolis akad ekspor kopi Liberika dari Gorontalo Utara ke Jepang. Meskipun masih merupakan inisiasi awal, langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan pasar ekspor komoditas unggulan Gorontalo.

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M.T. Mopili, menegaskan bahwa DPRD akan terus memberikan dukungan terhadap program yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap momentum ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gorontalo. Produk lokal harus terus kita dorong agar semakin dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, perbankan dan seluruh stakeholder harus terus membangun kolaborasi agar UMKM kita semakin kuat dan berdaya saing.” tutupnya.