Kemarau Lebih dari 4 Bulan, Komisi I DPRD Gorontalo Pantau kesiapan Desa Bendungan hadapi Dampak kemarau

Berita, Komisi I DPRD109 Dilihat

Humas Deprov — Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo memantau kesiapan Pemerintah Desa Bendungan, Kabupaten Gorontalo, dalam menghadapi dampak musim kemarau yang telah berlangsung lebih dari empat bulan, Sabtu (5/9/2026).

Monitoring dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat, terutama terkait ketersediaan air bersih, kebutuhan pangan, serta potensi persoalan lain yang muncul akibat kemarau berkepanjangan.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Siti Nurain Sompie, dan diterima Kepala Desa Bendungan, Ismet Pakaya, bersama jajaran pemerintah desa.

Desa Bendungan memiliki luas wilayah sekitar 886 hektare dengan tiga dusun dan jumlah penduduk sekitar 1.338 jiwa. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, sementara sebagian lainnya menjalankan usaha perdagangan dan UMKM.

Siti mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, kebutuhan air bersih masyarakat Desa Bendungan hingga saat ini masih relatif terpenuhi.
“Alhamdulillah untuk kebutuhan air bersih masyarakat masih terpenuhi. Yang menjadi kendala dan banyak dikeluhkan masyarakat serta pemerintah desa adalah harga kebutuhan pokok yang mulai naik,” kata Siti.

Menurut dia, kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Meski demikian, kebutuhan dasar masyarakat di Desa Bendungan masih dapat dipenuhi. Komisi I meminta pemerintah desa tetap melakukan pemantauan agar persoalan yang muncul akibat kemarau dapat segera diantisipasi.

Selain persoalan air dan pangan, Komisi I mengingatkan masyarakat mengenai potensi kebakaran selama musim kemarau.
Siti meminta warga yang melakukan pembakaran rumput untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi rumput dan lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Sekarang masyarakat yang melakukan pembakaran rumput harus berhati-hati karena api bisa menjalar ke mana-mana,” ujarnya.

Ia juga meminta Pemerintah Desa Bendungan terus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak, terutama apabila musim kemarau masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
“Pemerintah desa perlu menyosialisasikan penggunaan dan penghematan air. Kita harus lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan,” kata Siti.

Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo berharap kesiapan pemerintah desa dan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi kemarau berkepanjangan. Penghematan air, kewaspadaan terhadap kebakaran, serta pemantauan harga kebutuhan pokok dinilai perlu terus dilakukan selama musim kemarau.