Hari Terakhir Reses, Hais Ayuwa Evaluasi Bantuan Sapi di Pentadio Barat

Berita, Reses602 Dilihat

Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) III Gorontalo A, Hais Ayuwa, melaksanakan kunjungan lapangan dalam agenda Reses Masa Persidangan Tahun 2025–2026 pada hari kedelapan, Rabu, 11 Februari 2026. Kunjungan tersebut berlangsung di Desa Pentadio Barat dan difokuskan pada evaluasi bantuan sapi yang disalurkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Hais Ayuwa meninjau secara langsung kondisi bantuan sapi yang telah diterima kelompok penerima manfaat. Ia juga memantau pertumbuhan dan perkembangan ternak pasca penyerahan bantuan, sekaligus berdialog dengan kelompok penerima untuk menyerap aspirasi serta masukan sebagai bahan evaluasi ke depan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, bantuan sapi diketahui telah diterima dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya oleh kelompok penerima. Namun demikian, pertumbuhan sapi dinilai kurang optimal apabila dibandingkan dengan bantuan serupa di wilayah lain.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah ketersediaan dan kualitas pakan yang belum memadai. Hal ini berdampak langsung pada kesehatan dan pertumbuhan sapi. Selain itu, kelompok penerima juga masih membutuhkan pendampingan teknis, khususnya terkait pengelolaan pakan dan perawatan ternak agar hasil bantuan dapat lebih maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Hais Ayuwa menyampaikan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan untuk ditindaklanjuti bersama instansi terkait. Ia berharap ke depan ada dukungan tambahan berupa peningkatan kualitas pakan ternak, serta pendampingan teknis dari dinas terkait agar pengelolaan sapi bantuan dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.

“Bantuan sapi melalui Pokir ini harus benar-benar memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Karena itu, perlu ada perhatian bersama agar kendala yang dihadapi kelompok dapat segera diatasi,” ujar Hais Ayuwa.

Ia menegaskan, hasil kunjungan lapangan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan program lanjutan yang lebih tepat sasaran, sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.