Humas Deprov – Dalam rangka pelaksanaan reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2025–2026, Espin Tulie melaksanakan kunjungan lapangan di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan normalisasi Sungai Tamulabutao sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, khususnya para petani yang terdampak pelaksanaan normalisasi sungai.
Dalam peninjauan tersebut, Espin Tulie melihat langsung kondisi normalisasi Sungai Tamulabutao yang memiliki panjang sekitar 1,75 kilometer. Masyarakat menyampaikan bahwa proses normalisasi sungai berdampak terhadap sekitar 15 hingga 20 hektare lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian warga.
Selain itu, warga mengeluhkan belum tersedianya gorong-gorong yang memadai sebagai jalur aliran air menuju lahan pertanian. Akibatnya, saat hujan deras dan banjir terjadi, lahan pertanian kerap terendam sehingga berpotensi mengganggu produktivitas para petani.
Masyarakat juga mengusulkan adanya bantuan pelebaran pintu air pada saluran irigasi agar pengaturan debit air dapat berjalan lebih optimal dan mampu mengurangi risiko genangan di areal persawahan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Espin Tulie menyatakan akan memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dengan instansi terkait. Menurutnya, penanganan infrastruktur pendukung pertanian harus menjadi perhatian agar normalisasi sungai tidak hanya berfungsi mengendalikan banjir, tetapi juga memberikan manfaat bagi keberlangsungan usaha tani masyarakat.
“Kegiatan reses menjadi momentum untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian dan akan kami perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah,” ujar Espin Tulie.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya petani di Desa Pentadio Timur, dapat memperoleh solusi sehingga sektor pertanian semakin produktif dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
