Emak-emak Dominasi Reses Syamsir Djafar Kiayi di Kelurahan Tumbihe, Aspirasi Kesejahteraan Mengemuka

Berita, Profil, Reses746 Dilihat

Humas Deprov – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Bone Bolango, Syamsir Djafar Kiayi, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan hari ketiga di Kelurahan Tumbihe, yang berlangsung ramai dan penuh antusiasme, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan reses ini dihadiri oleh Lurah Tumbihe Halid Masa, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat umum dengan jumlah kurang lebih 100 orang, yang sebagian besar didominasi oleh kaum emak-emak. Reses menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi baik dari pemerintah kelurahan maupun masyarakat secara langsung.

Dalam sambutannya, Lurah Tumbihe Halid Masa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dipilihnya Kelurahan Tumbihe sebagai lokasi pelaksanaan reses. Ia berharap masyarakat dapat memahami berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan oleh Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil II Bone Bolango.

“Atas nama pemerintah kelurahan, kami menitipkan aspirasi terkait pembangunan kantor Kelurahan Tumbihe yang hingga saat ini belum definitif dan masih menumpang di gedung milik masyarakat. Kondisi kantor kelurahan sudah tidak representatif lagi untuk penyelenggaraan pelayanan publik,” ujar Lurah Tumbihe.

Ia juga berharap aspirasi tersebut dapat dibicarakan dan dikoordinasikan dengan anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, khususnya dari Fraksi Gerindra, meskipun di tengah keterbatasan anggaran yang ada.

Sementara itu, dalam penyampaiannya, Syamsir Djafar Kiayi menjelaskan berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh enam Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil II Bone Bolango. Ia mengakui bahwa aspirasi masyarakat yang masuk pada tahun ini cukup banyak, namun dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat pemangkasan anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo sebesar kurang lebih Rp175 miliar.

“Kondisi ini tentu memengaruhi realisasi aspirasi masyarakat. Namun, akan tetap dilakukan skala prioritas agar kebutuhan yang menyentuh kepentingan banyak masyarakat dapat diupayakan,” jelas Syamsir.

Terkait usulan pembangunan kantor kelurahan, ia menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota dan akan coba dibicarakan serta dikoordinasikan melalui anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango dari Fraksi Gerindra.

Pada sesi penjaringan aspirasi, masyarakat—khususnya emak-emak—menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya:

1. Bantuan pangan bagi sekitar 50 KK miskin di Kelurahan Tumbihe.

2. Bantuan 50 ekor sapi untuk para suami yang mayoritas berprofesi sebagai petani penggarap.

3. Bantuan beasiswa akhir studi bagi pelajar tingkat SLTA dan mahasiswa tingkat akhir.

4. Bantuan penyelesaian pembangunan kanopi Masjid Al-Mas’ad di Lingkungan III.

5. Permohonan pembangunan bronjong sepanjang ±100 meter di Lingkungan III.

6. Permintaan pembentukan majelis taklim serta bantuan untuk taman pengajian.

7. Pengajuan 7 proposal bantuan mesin jahit.

8. Proposal bantuan UMKM untuk masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Syamsir Djafar Kiayi menegaskan bahwa seluruh usulan akan ditampung, namun tidak dapat menjanjikan realisasi dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.

“Insya Allah bisa terwujud, namun harus dilakukan secara bertahap dan bergilir,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengajuan proposal untuk tahun anggaran 2026 telah ditutup karena sudah dibahas di tingkat Badan Anggaran. Sementara itu, proposal untuk tahun anggaran 2027 dapat dimasukkan pada bulan Agustus tahun berjalan, seiring dengan tahapan pembahasan anggaran.

Kegiatan reses diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Kelurahan Tumbihe.