DPRD Gorontalo Antisipasi Lonjakan Permintaan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Berita, Reses420 Dilihat

Humas Deprov – Ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 menjadi perhatian serius Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Pemerintah daerah diminta memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia serta mengantisipasi potensi kenaikan permintaan yang dapat memengaruhi harga sejumlah komoditas di pasaran.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Gorontalo ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Selasa (3/11/2026).

Kunjungan ini untuk memperoleh informasi langsung mengenai kondisi produksi, ketersediaan stok pangan, perkembangan harga, serta kesiapan pemerintah daerah menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.

Rombongan DPRD diterima Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljadi D. Mario, bersama jajaran di ruang kerja kepala dinas.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail, mengatakan bahwa berdasarkan penjelasan pihak dinas, secara umum kondisi ketersediaan pangan di Gorontalo masih relatif aman. Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas hortikultura yang produksinya belum optimal sehingga perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah daerah juga perlu memberikan perhatian terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok. Sebab, kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran tidak terlepas dari berbagai faktor, termasuk persoalan distribusi melalui jalur transportasi darat dan kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap biaya pengangkutan dan kelancaran rantai pasok bahan pangan dari produsen hingga ke pasar.

Erwin juga mengingatkan adanya potensi peningkatan permintaan bahan pangan dari daerah tetangga, khususnya Provinsi Sulawesi Utara, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap pasokan sejumlah komoditas dari Gorontalo. Mengingat adanya hubungan perdagangan antardaerah, kondisi ini perlu diperhitungkan dalam perencanaan ketersediaan pangan.
“Jangan sampai ketika permintaan dari luar daerah meningkat, justru kebutuhan masyarakat Gorontalo tidak terantisipasi.

Erwin menambahkan, pengawasan terhadap stok dan perkembangan harga di pasar perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan permintaan maupun gangguan distribusi terhadap komoditas tertentu, Pemerintah Siapkan Langkah Pengamanan Pangan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljadi D. Mario, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil I Kota Gorontalo.
Muljadi menjelaskan, dalam menghadapi hari besar keagamaan dan pergantian tahun, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga di pasaran.
Langkah-langkah tersebut meliputi pemantauan dan pengecekan stok kebutuhan pokok, koordinasi dengan pihak terkait dalam menjaga kelancaran distribusi, serta mendorong pelaksanaan gerakan tanam untuk menjaga kesinambungan produksi pertanian.

Pemantauan stok dilakukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan komoditas di lapangan sekaligus mengidentifikasi kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan. Sementara koordinasi distribusi diperlukan agar penyaluran bahan pangan berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Di sisi produksi, gerakan tanam menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan komoditas pertanian, terutama produk hortikultura yang kebutuhan pasarnya cenderung mengalami peningkatan pada momentum hari besar keagamaan.
Melalui langkah tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura berharap ketersediaan bahan pangan di Provinsi Gorontalo tetap terjaga, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan potensi gejolak harga menjelang Natal dan Tahun Baru.