DPRD Provinsi Gorontalo

KINERJA BPN DINILAI LAMBAN, PROGRES PEMBEBASAN LAHAN WADUK BULANGO ULU BARU 25 PERSEN

Humas Deprov – Pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango di khawatirkan tidak akan selesai tepat waktu karena terkendala pembebasan lahan yang hingga saat ini baru mencapai 25 Persen. Padahal proyek yang berbandrol Rp 2,2 Triliun ini mulai dikerjakan tahun 2019.

“Progres sekarang ini masih kurang lebih 24 sampai 25 persen lahan yang sudah terbebaskan. Masih kurang lebih 75% yang belum,” Kata Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, AW Thalib saat melakukan monitoring, Sabtu (4/6/2022).

Padahal kata dia, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat melakukan Rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu telah berkomitmen akan segera menyelesaikan.

“Kondisi di lapangan tidak sesuai dengan apa yang mereka sampaikan saat RDP kemarin, sudah disepakati bahwa ini akan segera dipacu dan dituntaskan,” Ujarnya.

Ia menilai, pihak BPN sangat lamban dalam menyelesaikan pembebasan lahan sehingga berdampak pada progres pekerjaan saat ini karena ada beberapa kegiatan-kegiatan yang sangat mendesak tapi belum bisa bergerak karena lahan yang masih bermasalah dan belum tuntas.

“Ini akan berpengaruh pada keterlambatan proyek dan waktu yang telah ditargetkan pemerintah tidak dapat dicapai,” sambungnya.

Mantan Sekretaris Kota Gorontalo ini menegaskan akan mengundang BPN untuk meminta kejelasan kembali komitmen dalam memacu pembebasan lahan karena baginya keberadaan waduk tersebut nantinya akan berdampak positif terhadap daerah ini.

“Kita akan undang kembali pihak BPN Kabupaten Bone Bolango. Kalau mereka tidak serius menyelesaikan persoalan ini kita naikkan lagi ke BPN Provinsinya, bila tidak lagi diseriusi maka kita akan langsung mendatangi kantor Kementriannya,” Tegasnya.

Ditempat yang sama Kasatker Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II, Marwansyah mengakui soal lahan masih menjadi hambatan dalam melakukan kegiatan utamanya pekerjaan konstruksi.

“Hambatan paling besar kita adalah sebagian dari areal yang kita butuhkan untuk pelaksanaan kontruksi sampah saat ini masih dalam proses pelaksanaan pembebasan lahan,” Ujarnya.

Tapi ia merasa bersyukur masyarakat hingga saat ini terus memberi dukungan kepada mereka yang sementara melaksanakan kegiatan pekerjaan di lokasi tersebut.

“Walaupun sebagian lahan belum bebas tapi Alhamdulillah berkat dukungan masyarakat kita masih bisa tetap melanjutkan pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *