DPRD Provinsi Gorontalo

TIM RESES DAPIL VI BOALEMO –POHUWATO MONITORING PEMBANGUNAN SLB PAGUYAMAN

Humas Deprov – Dalam rangka menyerap aspirasi di daerah pemilihan masing- masing, seluruh anggota DPRD Provinsi Gorontalo sebanyak 45 orang melakukan kegiatan reses untuk bertemu dengan masyarakat.

Reses adalah, masa kegiatan para wakil rakyat untuk menyerap aspirasi, menampung serta menyampaikan apa saja program pemerintah yang sedang dilaksanakan dan telah dilaksanakan.Hal ini seperti yang dilakukan oleh tim reses dapil VI Boalemo-Pohuwato, yang pada hari pertamanya melakukan monitoring pembangunan SLB Paguyaman Kabupaten Boalemo, Rabu (11/11/2020)

 Reses DPRD Provinsi Gorontalo masa persidangan pertama tahun 2020 -2021 tersebut dimulai pada tanggal 11 November hingga 20 November 2020.

Tim reses ini pula di pimpin langsung oleh Ketua Tim Daerah Pemilihan VI (enam), Ismail Alulu yang di ikuti, La Ode Haimudin, Oktohari Dalango, I Wayan Sudiartha, Hidayat Bouty, Sintje Kadji, Sri Masri Sumuri, Nani Mbuinga, Irwan Berahim, Dedi Hamzah, serta para pendamping yang di kordinir oleh Moh.Zahda Panigoro.

Dalam monitoring tersebut, sejumlah permasalahan yang ditemui oleh wakil rakyat daerah pemilihan VI Boalemo-Pohuwato, seperti halnya yang di ungkapkan Kepala sekolah SLBN Paguyaman, dimana saat ini hal yang sangat krusial yakni, tenaga guru yang masih minim,pada umumnya masih honor,asrama siswa yang saat ini telah tersedia tidak termanfaatkan dengan baik, mengingat siswa dan siswi yang di asramakan tidak diizinkan oleh orang tuanya dengan alasan tidak adanya biaya transportasi.

“ jadi sekiranya melalui anggota DPRD Provinsi Gorontalo kami menginginkan bantuan moda transportasi, sebab jarak rumah siswa dengan sekolah lebih dari delapan kilometer, orang tua siswa merasa khawatir dengan kondisi anaknya, apalagi kita tahu bersama seperti apa mental dari anak siswa SLB, sehingga dipandang perlu moda trasnportasi untuk melakukan antar jemput siswa. kata Nikmah Ismula selaku Kepsek SLBN Paguyaman.

Ia menambahkan untuk bangunan fisik sekolah sangat memprihatinkan, dimana bangunan tersebut belum sampai lima tahun telah rusak,seperti dinding ruang kelas mengalami kondisi retak yang di akibatkan oleh struktur tanah dan konstruksi bangunan yang tidak memenuhi syarat .

“ kami menginginkan adanya rehab kembali, sehingga bangunan ini bisa gunakan kembali,” tambahnya.

Hal lainnya yang diungkapkan Kepsek SLB Paguyaman adalah, kondisi sekolah setiap musim penghujan sering terjadi banjir bahkan merembes hingga ruang-ruang kelas dan ruang kerja dewan guru.

“ sekolah ini tidak memiliki pagar permanen (tembok), besar harapan kami untuk bisa di anggaran pada tahun 2021,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, ketua tim reses dapil VI Boalemo – Pohuwato Ismail Alulu menjelaskan, bahwa saat ini Pemerintah Daerah telah mengucurkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020 sebesar Rp.388.145.000 untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang pelaksanaan pekerjaannya di Swakola.

“ jadi saya merasa bahwa pemerintah begitu peduli dengan program pendidikan di gorontalo, walaupun di tengah pandemic covid-19, namun dunia pendidikan juga di prioritas,” jelasnya.

hal-hal lain yang telah diaspirasikan, ini akan menjadi catatan kami untuk kita bahas ditingkat rapat alat kelengkapan dewan untuk di kaji kembali seperti apa regulasi penerapan programnya ke depan di tahun 2021, tutup ismail alulu.

Dari hasil monitoring tim reses daerah pemilihan VI Boalemo – Pohuwato, pembangunan RKB tersebut sedang dilakukan pekerjaannya, diperkirakan akan rampung di bulan Desember 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *