DPRD Provinsi Gorontalo

Reses Hari Kedua , Pemda Boalemo “Curhat” Ke Tim Dapil VI Boalemo – Pohuwato Saat Audiens.

Kondisi Pemerintahan Kabupaten Boalemo saat ini, terutama permasalahan anggaran, mengalami penurunan, dimana dana transfer baik berupa Dana Insentif Daerah (DID), Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum ( DAU) belum terealisasi sepenuhnya.

Curhatan ini disampaikan langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo Serman Moridu pada saat tim reses Daerah Pemilihan (Dapil) VI Boalemo – Pohuwato saat melakukan audies dengan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo diruang Vidcon, Kamis (12/11/2020).

Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Boalemo Serman Moridu, memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah saat ini diantaranya, besar harapan Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo, terutama masalah penganggaran.

“ semisalnya, luas wilayah kabupaten boalemo saat ini 1.800 Hektare, namun data di kementerian keuangan Pemkab Boalemo hanya memiliki luasan 1.500 Hektare, sehingga selisih ini dapat mempengaruhi kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Sisi lain, dana realokasi atau refocusing anggaran sebesar 51 miliar belum juga di transfer, hal ini dapat berimbas pada kebijakan-kebijakan penganggaran di masing-masing OPD.

“ kami sangat membutuhkan dukungan dari DPRD Provinsi Gorontalo, terutama anggaran daerah, Mengontrol SOPD agar bisa maksimal terutama Kebijakan Anggaran, Khususnya OPD yang memiliki pelayanan dasar,” ungkapnya.

Harapan lainnya yang di ungkapkan sekda Boalemo ini, yakni dibukanya akses jalan pertanian, sebab banyak hasil panen masyarakat terkendala tidak ada akses pertanian, ini pula yang kami rasakan sebagai pemerintah daerah boalemo.

Menanggapi apa yang menjadi curhatan sekda boalemo, Ketua Tim reses Daerah Pemilihan VI (enam), Ismail Alulu mengatakan, bahwa saat ini DPRD Provinsi Gorontalo sedang melakukan reses tahun persidangan pertama 2020 – 2021, dimana hal tersebut sesuai perintah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2010.

“ olehnya apa yang menjadi masukan dan saran dari pemerintah daerah akan kami serap melalui penjaringan aspirasi, sehingga apa yang diharapkan bisa terwujud sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Tim reses ini pula di pimpin langsung oleh Ketua Tim Daerah Pemilihan VI (enam), Ismail Alulu yang di ikuti, La Ode Haimudin, Oktohari Dalango, I Wayan Sudiartha, Hidayat Bouty, Sintje Kadji, Sri Masri Sumuri, Nani Mbuinga, Irwan Berahim, Dedi Hamzah, serta para pendamping yang di kordinir oleh Moh.Zahda Panigoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *