DPRD Provinsi Gorontalo

GERAKAN PEMUDA RAKYAT PEDULI GORONTALO DATANGI DEPROV

Humas Deprov – Gerakan Pemuda Rakyat Peduli Gorontalo melakukan aksi demo, terkait penambangan ilegal yang berada di Kabupaten Pohuwato yang sudah meresahkan rakyat sekitar yang sudah menggunakan alat berat, sementara rakyat sekitar resah. Demo tersebut di terima oleh Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, H. Adhan Dambea bertempat diruang Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Kamis (24/9/2020).

Paris Djafar selaku Koordinator Lapangan mengatakan, ada Beberapa tuntutan yakni, terkait dengan penyerangan pemukulan Kapolsek Popayato Barat dan penyerangan Kapolsek Barat yang dilakukan oleh oknum – oknum dari Masyarakat lain dari Kecamatan lain ke Popayato Barat yang alasannya ingin mengambil BBM yang bersubsidi,” kata Paris Djafar”.

Ditambahkan pula bahwa, Sesuai informasi yang masuk ke kami bahwa BBM Solar tersebut 8 drum diambil paksa padahal BBM tersebut tidak mengantongi izin sehingga Polsek Popayato Barat melakukan razia mengamankan BBM tapi ternyata kelompok Masyarakat ini menyerang Polsek Popayato Barat dan memukul Kapolsek Popayato Barat sehingga tanggal 1 September seluruh Kepala Desa Popayato Barat.

Ada 7 Kepala Desa yang menyatakan sikap keberatan terhadap diserang oleh orang tidak dikenal, ternyata dari hasil penyerangan itu BBM yang ditahan oleh Polsek Popayato Barat dan diambil paksa kembali oleh Polsek ternyata BBM Solar tersebut, digunakan untuk alat berat dalam hal ini eksakapator ditambang liar penambangan liar yang ada di Kabupaten Pohuwato dimarisa dan Patilanggio, karena diambil paksa maka ini yang menjadi pertanyaan besar sehingga kami sudah datang ke Polda ada empat tuntutan kami yang kami layangkan kepada Kapolda, Hentikan dan tutup penambangan illegal tambang liar yang ada di Kabupaten Pohuwato, Tindak tegas keterlibatan oknum aparat dalam mafia pertambangan, Kami meminta usut tuntas pemukulan Kaplosek Popayato Barat dan juga penyerangan Polsek Popayato Barat, Mendesak kepada Bapak Kapolda mecopot Kapolres Pohuwato, sebab hanya membiarkan tambang illegal penambangan liar yanag ada di Pohuawto dan membiarkan penyerangan Polsek Popayato Barat, jangan sampai ada oknum – yang bermain disini sehingga kami datang di DPRD melalui komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Hari ini dan kalua bisa dijadwalkan untuk Rapat dengar Pendapat dengan DPRD supaya kami juga menginginkan DPRD ada nuraninya ada perhatian sebagai Wakil rakyat yang tentunya membela rakyat.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, H. Adhan Dambea mengungkapkan, saya atas nama Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, akan memberikan rekomendasi bahwa untuk segera ditindaklanjuti tindak tegas terhadap oknum – oknum yang menyerang polsek tersebut apapun alasannya,” Ungkap Adhan Dambea”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *