DPRD Provinsi Gorontalo

DEPROV GELAR DIALOG INTERAKTIF DI SUWAWA, BONE BOLANGO

Humas Deprov – DPRD Provinsi Gorontalo kembali menggelar Dialog Interaktif “Menyapa Rakyat” yang digelar di Desa Ulanta Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Minggu (20/9/2020).

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris RA Jusuf dihadapan ratusan warga yang hadir menyampaikan agenda dialog kali ini bertepatan dengan usia setahun DPRD periode 2019-2024.

Paris Jusuf mengakui kinerja 45 anggota DPRD belum berjalan dengan maksimal dalam memperjuangkan suara dan aspirasi rakyat. Hal ini juga turut dipengaruhi kondisi pandemi covid-19 yang mengharuskan alokasi anggaran kegiatan harus difokuskan untuk penanganan dan pencegahan wabah Corona di Provinsi Gorontalo.

“Anggaran saat ini banyak terpotong untuk dialokasikan pada penanganan dan pencegahan covid-19. Kita harus tetap berusaha dan berdoa agar wabah ini bisa segera berlalu dan bisa beraktifitas normal kembali,” Ungkap Ketua Deprov.

Ditambahkan pula bahwa, saat ini DPRD dan pemerintah sementara menyusun peraturan daerah soal covid-19, apalagi provinsi Gorontalo masuk 5 besar daerah yang tingkat penderitanya sangat tinggi.

“Insyaallah bulan ini perda tersebut segera diketuk yang isinya terkait penegakkan hukum disiplin protokol kesehatan. Olehnya kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu jaga jarak, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan.

Pada dialog tersebut Ketua DPRD langsung menanggapi keluhan salah satu warga, Ibrahim Yunus asal Desa Helumo kecamatan Suwawa yang mengangkat soal pertanian seperti kurangnya alat untuk membajak yakni traktor, kemudian soal bibit dan pupuk.

Keluhan berbeda disampaikan Kepala Desa Tinelo yang mengeluhkan proposal untuk rumah layak huni yang hingga saat ini hanya sampai pada tahap verifikasi.

Aspirasi ini langsung dijawab oleh Paris Jusuf bahwa seperti dijelaskan tadi bahwa anggaran untuk berbagai program dan kegiatan untuk saat ini sebagian besar dialihkan ke penanganan Covid-19.

“Setiap tahunnya anggaran untuk Mahyani dari pemerintah provinsi Gorontalo hanya seribu unit bahkan kurang. Tahun ini saja dari 650 sekian yang telah kita sepakati, yang terealisasi hanya setengah dari angka itu. Begitu juga seperti pupuk, kebutuhan pupuk di provinsi Gorontalo pertahunnya mencapai 70 ribu ton tapi dari pemerintah pusat hanya bisa memberikan 35-45 ribu ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *