DPRD Provinsi Gorontalo

Komisi Satu Deprov seriusi Kasus Panah Wayer.

Humas Deprov – maraknya kasus panah wayer di Gorontalo, diseriusi oleh jajaran Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, dengan upaya meminta pemerintah provinsi menambah anggaran operasional untuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, usai mengikuti rapat dengan Kesbangpol dan Satpol PP di Ruangan kerja Komisi I DPRD provinsi, dalam rangka membahas tindak lanjut kasus panah wayer di Gorontalo, Senin (10/02/2020).

Adapun hal sempat mecuat pada rapat kerja ini yakni, lemahnya kerja Satpol PP sama Kesbang yang tidak cekatan atau tidak cepat mendeteksi dini persoalan – persoalan yang muncul, alasannya adalah minimnya perlengkapan dan fasilitas yang ada, bahkan mereka tidak diberi kegiatan perjalanan untuk melakukan deteksi,” tutur Fikram.


Menurut Fikram, alasan mengapa Kesbang dan Satpol PP tidak maksimal dalam melakukan pendeteksian panah wayer, adalah karena tidak adanya dana operasional khusus yang memadai, sehingga Kesbang maupun Satpol PP hanya bekerja seadanya.

“Berikanlah porsi tersendiri kepada mereka, agar mereka memang melaksanakan tugas mereka, memang benar – benar sesuai yang diberikan kepada mereka,” tambahnya.

Terlepas dari itu, melihat kebanyakan pelaku panah wayer tersebut adalah anak – anak di bawah umur, Fikram berharap pemerintah provinsi bisa mengerahkan para ulama dan dai – dai Gorontalo agar bisa memberi pencerahan terhadap perilaku tak terpuji ini.

“Kami berharap pada pemerintah untuk mengerahkan seluruh dai – dai dan para ulama untuk membuka wawasan kepada mereka, bahwa perbuatan seperti ini adalah perbuatan yang tidak baik,” tutupnya

Lain hal dengan yanh di sampaikan oleh Ketua Komisi satu DPRD Provinsi Gorontalo, AW Thalib, dimana beliau mengecam aksi panah wayer yang terjadi akhir-akhir ini.

“Intinya, kita mengecam pelaku kasus panah wayer. Kita akan bicarakan lagi persoalan ini bersama Gubernur atau Sekda nanti pada rapat berikutnya,” tutup AW Thalib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *